Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Rabu, 8 April 2026, di zona hijau. Pada pembukaan pasar, IHSG tercatat berada di level 7.162,406 dan terus menunjukkan penguatan pada awal sesi perdagangan.
Mengacu pada data RTI hingga pukul 09.25 WIB, IHSG naik 201,462 poin atau setara 2,89 persen ke posisi 7.172,490. Pada sesi pagi ini, indeks sempat menyentuh level tertinggi di 7.178 dan level terendah di 7.118.
Aktivitas perdagangan saham juga terpantau cukup ramai. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp5,009 triliun dengan volume perdagangan sebesar 10,816 miliar saham.
Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia sementara mencapai Rp12.575,174 triliun.
Pergerakan saham pada sesi pagi menunjukkan mayoritas emiten masih berada di zona merah. Sebanyak 492 saham tercatat melemah, sementara 122 saham menguat dan 116 saham lainnya bergerak stagnan.
IHSG diproyeksikan bergerak konsolidasi
Berdasarkan riset harian Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI), IHSG pada perdagangan sebelumnya, Selasa, 7 April 2026, ditutup melemah 0,26 persen.
Sektor finansial menjadi salah satu sektor yang mencatatkan penguatan sebesar 0,64 persen. Kenaikan tersebut didorong oleh pergerakan saham MEGA yang akan membagikan dividen serta saham bonus kepada investor.
Selain itu, lembaga penyedia indeks global FTSE dalam evaluasi country classification menetapkan Indonesia masih berada pada kategori secondary emerging market. Meski demikian, FTSE masih akan melakukan pemantauan untuk potensi rebalancing konstituen pada Juni 2026.
Dari sentimen global, pergerakan indeks saham Amerika Serikat pada Selasa, 7 April 2026, ditutup bervariasi. Indeks Dow Jones turun 0,18 persen, sementara S&P 500 naik 0,08 persen dan Nasdaq menguat 0,10 persen.
Pada akhir sesi perdagangan di Wall Street, ketiga indeks utama sempat pulih dari tekanan di awal perdagangan. Hal ini terjadi setelah Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyampaikan melalui platform X bahwa upaya diplomatik untuk penyelesaian damai konflik di Timur Tengah menunjukkan perkembangan yang stabil.
Investment Specialist PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia Ahmad Faris Mu’tashim mengatakan IHSG diperkirakan akan bergerak dalam fase konsolidasi dalam jangka pendek.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut, IHSG diproyeksikan bergerak konsolidasi dengan resisten harian di level 7.040 dan support di 6.950,” ujarnya.
