Surakarta – Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kepatuhan administrasi kendaraan bermotor sekaligus memperkuat budaya keselamatan berlalu lintas, Tim Pembina Samsat Surakarta bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Surakarta melaksanakan sosialisasi Program Jateng Bebas Sanksi Administratif dan Pajak Progresif yang dirangkaikan dengan edukasi keselamatan berlalu lintas kepada mahasiswa dari tujuh universitas di Surakarta. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 12 Oktober 2026 yang bertujuan untuk memperluas jangkauan informasi program, meningkatkan literasi perpajakan kendaraan bermotor, serta mendorong keterlibatan generasi muda dalam membangun budaya tertib administrasi dan berlalu lintas.
Pelibatan mahasiswa menjadi langkah strategis dalam memperluas edukasi kepada masyarakat. Sebagai bagian dari generasi muda yang memiliki akses luas terhadap informasi dan berbagai platform komunikasi, mahasiswa diharapkan mampu memahami kebijakan publik secara tepat sekaligus berperan sebagai penyambung informasi di lingkungan keluarga, kampus, dan masyarakat. Dengan pendekatan yang melibatkan kalangan akademisi, pesan mengenai kepatuhan pajak dan keselamatan berlalu lintas diharapkan dapat menjangkau kelompok masyarakat yang lebih luas.
Dalam kegiatan tersebut, Tim Pembina Samsat menyampaikan informasi mengenai Program Jateng Bebas, termasuk pembebasan sanksi administratif atau denda Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan pembebasan pajak progresif PKB sesuai ketentuan yang berlaku. Sosialisasi ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memahami manfaat program sekaligus memperoleh informasi mengenai pentingnya memenuhi kewajiban administrasi kendaraan secara tertib. Pemahaman tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk memanfaatkan kebijakan yang tersedia secara tepat dan bertanggung jawab.
Selain mengenalkan program, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya membayar PKB sesuai ketentuan, melakukan pengesahan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) secara berkala, serta memastikan kelengkapan administrasi kendaraan. Kepatuhan terhadap kewajiban tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sebagai pemilik atau pengguna kendaraan bermotor. Melalui edukasi yang berkelanjutan, masyarakat diharapkan tidak hanya memahami kewajiban administratif, tetapi juga semakin sadar akan pentingnya mendukung penyelenggaraan pelayanan publik melalui kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku.
Dari sisi komunikasi publik, keterlibatan mahasiswa dari tujuh universitas di Surakarta membuka peluang untuk memperluas penyebaran informasi melalui berbagai ruang interaksi yang dekat dengan kehidupan generasi muda. Lingkungan kampus, organisasi kemahasiswaan, forum diskusi, dan media sosial dapat menjadi sarana untuk meneruskan pesan mengenai program pemerintah secara positif dan bertanggung jawab. Peran tersebut penting agar informasi yang diterima tidak berhenti pada peserta kegiatan, tetapi dapat diteruskan kepada masyarakat melalui komunikasi yang mudah dipahami.
Kegiatan ini juga menekankan bahwa kepatuhan administrasi kendaraan perlu berjalan beriringan dengan kesadaran terhadap keselamatan berlalu lintas. Para mahasiswa diajak untuk membangun perilaku berkendara yang aman, antara lain dengan menggunakan helm berstandar SNI, mematuhi rambu dan peraturan lalu lintas, menjaga konsentrasi selama berkendara, serta memastikan kondisi kendaraan layak digunakan. Keselamatan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kedisiplinan setiap pengguna jalan, baik untuk melindungi diri sendiri maupun orang lain.
Jasa Raharja turut berperan dalam memberikan pemahaman mengenai Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) sebagai bagian dari kewajiban yang berkaitan dengan penyelenggaraan perlindungan dasar bagi korban kecelakaan lalu lintas jalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Edukasi mengenai SWDKLLJ menjadi penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap fungsi perlindungan dasar dalam sistem transportasi. Melalui penyampaian informasi tersebut, mahasiswa diharapkan dapat memahami bahwa kepatuhan administrasi kendaraan tidak hanya berkaitan dengan kewajiban individu, tetapi juga memiliki dimensi sosial dalam mendukung perlindungan bagi masyarakat.
Bagi Jasa Raharja, penguatan edukasi kepada generasi muda merupakan bagian dari upaya mendukung pencegahan kecelakaan melalui peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat. Penyampaian pesan keselamatan sejak dini diharapkan dapat membentuk pola pikir yang lebih bertanggung jawab dalam menggunakan jalan. Pengetahuan tersebut perlu diterapkan dalam perilaku sehari-hari, mulai dari kepatuhan terhadap aturan, penggunaan perlengkapan keselamatan, hingga kepedulian terhadap keselamatan pengguna jalan lainnya.
Sinergi antara Tim Pembina Samsat Surakarta, Bapenda Kota Surakarta, Jasa Raharja, dan perguruan tinggi menjadi salah satu upaya untuk mengintegrasikan edukasi perpajakan dengan keselamatan berlalu lintas. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu menciptakan pendekatan komunikasi yang lebih luas dan berkelanjutan, sehingga informasi mengenai kebijakan pemerintah serta pesan keselamatan dapat diterima dan dipahami oleh berbagai kelompok masyarakat.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa dan civitas akademika diharapkan dapat mengambil peran aktif sebagai pelopor kepatuhan administrasi kendaraan dan keselamatan berlalu lintas. Keterlibatan generasi muda diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman pribadi, tetapi juga mendorong tumbuhnya kesadaran kolektif di lingkungan sekitarnya. Dengan demikian, edukasi yang diberikan dapat berkembang menjadi gerakan bersama untuk membangun masyarakat yang lebih tertib, sadar hukum, dan mengutamakan keselamatan.
Tim Pembina Samsat Surakarta bersama Jasa Raharja dan Bapenda Kota Surakarta berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk perguruan tinggi, dalam mendukung peningkatan kepatuhan pajak kendaraan bermotor dan budaya keselamatan berlalu lintas. Melalui edukasi yang konsisten dan keterlibatan aktif generasi muda, diharapkan tercipta masyarakat yang semakin sadar akan kewajibannya sekaligus memiliki kepedulian terhadap keselamatan bersama.
