Perselisihan Ilia Topuria dan Islam Makhachev Mencuat Soal Wacana Ultimate Fighting Championship di Gedung Putih

Perselisihan Ilia Topuria dan Islam Makhachev Mencuat Soal Wacana Ultimate Fighting Championship di Gedung Putih

Juara kelas ringan Ultimate Fighting Championship Ilia Topuria dan juara kelas welter UFC Islam Makhachev kembali terlibat perselisihan setelah keduanya gagal mendapatkan jadwal pertarungan pada ajang UFC yang direncanakan berlangsung di Gedung Putih pada 14 Juni 2026.

Berdasarkan laporan MMA Fighting, kedua petarung tersebut terlibat perang verbal melalui media terkait kemungkinan duel di antara mereka. Meskipun sama-sama telah naik kelas, Topuria menuding Makhachev menghindari pertarungan. Sebaliknya, Makhachev menegaskan dirinya tidak pernah menolak pertarungan tersebut dan hanya berupaya mengejar gelar kedua, seperti yang dilakukan Topuria.

Topuria menyatakan bahwa setiap pihak memiliki pandangan masing-masing terkait situasi tersebut. Ia juga mengaku sempat menerima informasi dari pihak UFC mengenai kemungkinan tampil pada ajang di Gedung Putih.

Menurut Topuria, saat berada di Republik Dominika ia menerima telepon dari pihak UFC yang menyebutkan kemungkinan dirinya bertarung melawan Makhachev. Ketika itu, CEO UFC Dana White disebut akan segera mengumumkan seluruh susunan pertandingan dalam waktu dua hari.

Namun, rencana tersebut berubah ketika Topuria diberi tahu bahwa Makhachev mengalami cedera dan kemungkinan akan melawan Justin Gaethje.

“Pemahaman saya dari UFC adalah mereka tidak akan mengandalkan saya untuk pertarungan di Gedung Putih, bahwa saya harus melakukan apa yang harus saya lakukan. Tapi saya pikir itu bagian dari negosiasi,” kata Topuria.

Makhachev Bantah Tuduhan

Tak lama setelah pernyataan tersebut beredar, Makhachev memberikan tanggapan melalui media sosial. Petarung asal Dagestan, Rusia itu mengaku sudah lelah mendengar klaim yang menurutnya tidak benar dari Topuria dan timnya.

Makhachev menyatakan dirinya telah menerima panggilan dari UFC dan bersedia bertarung di ajang tersebut. Namun, ia mengaku keesokan harinya diberitahu bahwa Topuria meminta bayaran yang dinilai tidak realistis sehingga UFC menolak permintaan itu.

“Ilia, berhenti bicara. Setiap wawancara yang kau berikan menceritakan kisah yang berbeda. Kau mundur, dan kau tahu itu,” tulis Makhachev.

Di sisi lain, Dana White membantah bahwa pertarungan antara Topuria dan Makhachev pernah direncanakan secara resmi. Sementara itu, manajer Topuria, Malki Kawa, menyatakan pihaknya memang menerima tawaran pertarungan melawan Makhachev maupun Justin Gaethje, namun proses negosiasi lebih berkaitan dengan nilai kontrak dan aspek finansial.

Hingga kini, Makhachev belum dijadwalkan untuk mempertahankan gelarnya. Meski demikian, petarung yang menempati peringkat nomor satu pound-for-pound di UFC tersebut diperkirakan akan kembali bertarung pada tahun ini.