Kondisi tanggul penahan lumpur Lapindo di titik 71 yang berada di Kelurahan Siring, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, dilaporkan dalam status kritis. Volume lumpur dan air di kolam penampungan disebut telah melampaui ketinggian tanggul yang mencapai 15 meter, sehingga berpotensi mengancam jalur rel kereta api serta jalan raya nasional di kawasan tersebut.
Situasi ini membuat petugas Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo harus meningkatkan kewaspadaan guna mengantisipasi kemungkinan luberan lumpur yang dapat berdampak pada infrastruktur vital dan permukiman di sekitar area terdampak.
Selain di Kelurahan Siring, kondisi serupa juga dilaporkan terjadi di Desa Gempolsari, Kecamatan Tanggulangin. Rembesan air lumpur mulai muncul di sejumlah titik tanggul dan memunculkan kekhawatiran warga yang masih menyimpan trauma akibat peristiwa jebolnya tanggul pada 2014.
Ketua DPRD Sidoarjo, Abdillah Nasih, meminta pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah penanganan yang cepat dan tepat guna mencegah risiko yang lebih besar.
Menurutnya, kawasan sekitar lumpur Lapindo memiliki karakteristik tanah yang rentan terhadap penurunan permukaan tanah atau land subsidence, sehingga kondisi tanggul harus mendapat perhatian serius.
“Kalau memang ada beberapa titik tanggul yang kritis, baik di Siring maupun titik lainnya, harus segera diantisipasi. Karena kawasan sekitar lumpur Lapindo mengalami penurunan tanah. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisinya bisa membahayakan lingkungan sekitar,” ujar Abdillah.
BPBD Intensifkan Pemantauan
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sidoarjo, Sabino Mariano, mengatakan pihaknya terus melakukan monitoring dan pengawasan secara berkala di area yang dinilai rawan.
Menurut Sabino, kondisi tanggul saat ini masih dalam kategori aman karena memasuki musim kemarau. Namun demikian, potensi risiko tetap harus diwaspadai, terutama apabila terjadi hujan deras atau cuaca ekstrem yang dapat meningkatkan volume air di kolam penampungan lumpur.
“Kami sudah melakukan monitoring dan pemantauan di lokasi. Karena saat ini musim kemarau, tanggul masih dalam kondisi aman. Namun ketika terjadi hujan deras atau cuaca ekstrem, yang perlu diantisipasi adalah peningkatan genangan air di kolam penampungan,” jelasnya.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan untuk memastikan kondisi tanggul tetap terkendali serta mencegah terjadinya luapan lumpur yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan mengancam infrastruktur strategis di wilayah Porong dan sekitarnya.
