IHSG Awali Perdagangan dengan Bertengger di Level 5.873

IHSG Awali Perdagangan dengan Bertengger di Level 5.873

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menguat pada perdagangan Kamis (25/6/2026) pagi setelah sempat dibuka di zona merah. Penguatan ini didorong sentimen positif dari pasar regional serta penurunan harga minyak dunia yang meningkatkan optimisme pelaku pasar.

Berdasarkan data RTI hingga pukul 09.20 WIB, IHSG naik 65,612 poin atau 1,12 persen ke level 5.949,493. Sebelumnya, indeks dibuka pada level 5.873,070 dan sempat bergerak di rentang 5.864 hingga 5.954.

Penguatan IHSG didukung mayoritas saham yang bergerak di zona hijau. Tercatat sebanyak 400 saham mengalami kenaikan, sementara 151 saham melemah dan 134 saham lainnya stagnan.

Nilai transaksi yang terjadi hingga pagi hari mencapai Rp2,029 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 3,681 miliar saham. Sementara itu, kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp10.442,509 triliun.

Riset harian Samuel Sekuritas menyebutkan bahwa pasar saham Amerika Serikat pada perdagangan Rabu (24/6/2026) ditutup bervariasi. Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,35 persen, sedangkan S&P 500 terkoreksi 0,10 persen dan Nasdaq melemah 0,43 persen.

Pelemahan Wall Street dipicu oleh koreksi lanjutan pada saham-saham teknologi berkapitalisasi besar dan emiten semikonduktor yang terkait dengan sektor kecerdasan buatan (AI).

Di kawasan Asia, mayoritas bursa juga mencatatkan pergerakan positif. Indeks Hang Seng Hong Kong menguat 0,33 persen dan Shanghai Composite naik 0,11 persen. Sementara itu, Nikkei Jepang pada perdagangan sebelumnya terkoreksi 0,88 persen.

Meski demikian, pada pembukaan perdagangan Kamis pagi, sentimen positif kembali terlihat di kawasan Asia. Indeks KOSPI Korea Selatan dibuka menguat 2,25 persen, sedangkan Nikkei Jepang melonjak 2,31 persen.

Analis Samuel Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan penguatan sepanjang perdagangan hari ini seiring membaiknya sentimen eksternal.

“Hari ini, kami memperkirakan IHSG akan bergerak menguat seiring penurunan harga minyak global dan sentimen positif dari pembukaan yang kuat di pasar regional,” tulis Samuel Sekuritas dalam riset hariannya.

Sebelumnya, IHSG ditutup melemah 3,56 persen ke level 5.883,88 pada perdagangan Rabu (24/6/2026), dengan aksi jual bersih investor asing (net sell) mencapai Rp1,17 triliun.

Pelaku pasar kini mencermati perkembangan pasar global, pergerakan harga komoditas, serta arus dana asing yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan IHSG dalam jangka pendek.