Dolar AS Menguat, Ketidakpastian Diplomasi AS-Iran Picu Perhatian Investor

Dolar AS Menguat, Ketidakpastian Diplomasi AS-Iran Picu Perhatian Investor

Pergerakan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis waktu setempat atau Jumat (WIB) tercatat menguat tipis, meskipun masih berada di kisaran level terendah sejak Maret 2026. Penguatan ini terjadi di tengah meningkatnya harapan pasar terhadap potensi negosiasi damai antara AS dan Iran.

Mengutip data dari Investing.com, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia naik sebesar 0,1 persen ke level 98,22.

Sentimen pasar saat ini sangat dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik, khususnya terkait hubungan antara AS dan Iran. Upaya diplomasi terus dilakukan untuk mencapai kesepakatan damai, terutama menjelang berakhirnya masa gencatan senjata sementara dalam beberapa pekan ke depan.

Berdasarkan laporan Wall Street Journal, kedua negara telah sepakat secara prinsip untuk melanjutkan pembicaraan, meskipun waktu dan lokasi pertemuan lanjutan belum ditentukan. Wakil Presiden AS JD Vance disebut akan memimpin delegasi dalam negosiasi tersebut.

Presiden AS Donald Trump bahkan menyatakan bahwa Iran semakin dekat untuk mencapai kesepakatan. Selain itu, rencana gencatan senjata antara Israel dan Lebanon turut memperkuat optimisme pasar terhadap meredanya ketegangan global.

Meski demikian, dinamika hubungan kedua negara masih diwarnai ketegangan, terutama terkait blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran yang belum dicabut.

Di sisi lain, pergerakan mata uang utama dunia menunjukkan pelemahan terhadap dolar AS. Euro turun ke level USD1,1774 dari sebelumnya USD1,18, sementara poundsterling Inggris melemah ke USD1,3525.

Mengutip laporan dari Xinhua, dolar AS juga menguat terhadap yen Jepang menjadi 159,26 yen, serta naik terhadap franc Swiss menjadi 0,7844.

Namun, dolar AS tercatat melemah terhadap dolar Kanada, berada di level 1,3706. Sementara terhadap krona Swedia, dolar AS kembali menguat ke level 9,2051.

Secara keseluruhan, pasar valuta asing saat ini masih bergerak fluktuatif dengan fokus utama pada perkembangan geopolitik global. Kepastian terkait negosiasi AS-Iran diperkirakan akan menjadi faktor kunci yang menentukan arah pergerakan dolar AS dalam waktu dekat.