Sebagai bentuk komitmen dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Provinsi Jawa Tengah, Jasa Raharja bersama Forum lalu lintas Angkutan Jalan Provinsi Jawa Tengah menggelar Forum Komunikasi Lalu Lintas pada Kamis, 24 September 2026. Kegiatan ini diselenggarakan di Kantor Dinas Bappeda dan turut dihadiri oleh sejumlah mitra strategis Forum Keselamatan Lalu lintas beserta Jasa Raharja.
Forum ini bertujuan sebagai wadah strategis untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi antar instansi, dan merumuskan langkah-langkah konkret dalam upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas serta mengevaluasi Rencana Aksi Lalu lintas yang dituangkan dalam bentuk kertas kerja. Berbagai isu penting dibahas secara komprehensif, termasuk tingginya angka kecelakaan di sejumlah titik rawan atau blackspot yang menjadi perhatian utama. Salah satu usulan konkret dari forum ini adalah Pencegahan kecelakaan dan Kemacetan bersinergi bersama untuk optimalisasi Anggaran yang dimiliki oleh tiap – tiap instansi dan optimalisasi Upaya pencegahan kecelakaan kepada Masyarakat.
Selain itu, forum juga membahas update kondisi peningkatan kecelakaan di Jawa Tengah, kendala dalam pelaksanaan kegiatan pencegahan kecelakaan dan rekomendasi serta tindak lanjut terhadap kendala sampai dengan triwulan II tahun 2026, serta pentingnya sosialisasi yang lebih intensif kepada masyarakat terkait keselamatan berkendara yang disesuaikan dengan data anatomi kejadian kecelakaan, karena penyebab kecelakaan di Jawa Tengah mayoritas dikarenakan human error. Dalam kesempatan tersebut, Jasa Raharja juga menyampaikan peran dan tugasnya dalam memberikan perlindungan dasar kepada korban kecelakaan, baik di jalan raya maupun angkutan umum, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 33 Tahun 1964 dan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 1964 serta menyampaikan data peningkatan santunan yang dibayarkan atau diserahkan oleh Jasa Raharja di tiap tahunnya.
Jasa Raharja, menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menciptakan sistem transportasi yang aman dan tertib. “Melalui forum ini, kami ingin memperkuat edukasi kepada masyarakat, memetakan titik-titik rawan kecelakaan, serta mendorong peran aktif seluruh pihak dalam tindakan preventif dan penanganan cepat terhadap insiden kecelakaan,” ungkapnya.
Peningkatan sinergitas dan koordinasi Forum Lalu lintas di Kabupaten/Kota diharapkan masing – masing pilar lebih intensif sesuai jejaring masing – masing. Hal ini sangat urgen mengingat kejadian kecelakaan sangat dominan terjadi pada ruas jaan yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten/Kota.
Diharapkan dengan dilaksanakan nya FKLL ini seluruh peserta forum berkomitmen untuk Bersama-sama menjaga iklim yang kondusif agar Masyarakat terhindar dari kecelakaan lalu lintas serta bagi pelaku usaha angkutan umum dapat tetap berkarya mensukseskan transportasi berkeselamatan, supaya perekonomian aman dan masyarakat Provinsi Jawa tengah terlayani dengan baik.
