Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyatakan dukungan penuh terhadap gagasan pemerintah mengenai program pendidikan gratis dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga perguruan tinggi. Meski demikian, ia mengingatkan agar skema pembiayaan keuangan negara dihitung secara matang sebelum kebijakan tersebut diimplementasikan.
Ahmad Muzani menyambut positif wacana tersebut dan menilainya sebagai langkah mulia dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Ya saya kira gagasan dan pandangan pemberian pendidikan gratis dari SD sampai perguruan tinggi adalah sebuah gagasan yang sangat mulia, sangat baik, dan sangat luar biasa. Kami menyambut gagasan itu dengan bagus, dengan gembira, dan kami mendukung gagasan itu dengan luar biasa,” ujar Muzani dalam keterangannya, Selasa (29/9/2026).
Pentingnya Perhitungan Anggaran yang Matang
Meskipun mpr dukung pendidikan gratis, Muzani menegaskan bahwa eksekusi program ini membutuhkan alokasi dana yang sangat besar dari APBN. Oleh karena itu, perencanaan teknis dan pemetaan pembiayaan menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan di lapangan.
“Hanya saja saya kira harus dihitung pembiayaan, karena biaya untuk gagasan itu tidak kecil, cukup besar, sehingga perlu dipikirkan implementasinya,” tegas Muzani.
Beberapa poin penting yang menjadi sorotan MPR terkait wacana ini antara lain:
- Perhitungan Beban APBN: Menghitung secara cermat porsi anggaran pendidikan agar tidak mengganggu stabilitas fiskal dan program prioritas lainnya.
- Skema Implemetasi Terukur: Merumuskan formula penyaluran bantuan pendidikan yang tepat sasaran dari tingkat dasar hingga tinggi.
- Pengawasan Publik: Mendorong keterlibatan masyarakat dalam mengawal realisasi kebijakan agar berjalan transparan dan efektif.
MPR RI berharap pemerintah dapat segera menyusun studi kelayakan dan regulasi pendukung agar gagasan pendidikan gratis dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi tersebut dapat terealisasi dengan optimal.
