Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Kamis pagi, 30 April 2026. Hingga pukul 09.03 WIB, IHSG tercatat berada di level 7.072 atau turun 31,27 poin setara 0,49 persen.
Berdasarkan data perdagangan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 7.109 dan terendah di 7.023, setelah dibuka di posisi 7.103.
Aktivitas Perdagangan dan Pergerakan Saham
Volume perdagangan saham pagi ini tercatat mencapai 6,242 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp2,650 triliun. Frekuensi perdagangan mencapai 364.777 kali transaksi.
Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 178 saham menguat, 384 saham melemah, dan 157 saham stagnan, mencerminkan tekanan pasar yang cukup dominan.
Tekanan Jual Asing dan Sentimen Global
Analis Samuel Sekuritas Fadhlan Banny Firmansyah memproyeksikan IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan seiring tekanan jual asing yang masih berlanjut.
Di kawasan Asia, pergerakan bursa saham terlihat beragam. Indeks KOSPI dibuka menguat 0,44 persen, sementara indeks Nikkei melemah 0,92 persen.
Pasar AS Ditutup Variatif
Sentimen global juga dipengaruhi oleh pergerakan bursa saham Amerika Serikat. Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,57 persen, S&P 500 turun tipis 0,04 persen, sedangkan Nasdaq Composite menguat 0,04 persen.
Pergerakan ini terjadi di tengah pertimbangan investor terhadap lonjakan harga minyak, keputusan suku bunga oleh Federal Reserve, serta rilis kinerja keuangan sejumlah perusahaan.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun tercatat naik 8,43 basis poin menjadi 4,430 persen, sementara indeks dolar AS menguat 0,33 persen ke level 98,96.
Pergerakan Harga Komoditas
Di pasar komoditas, harga minyak mentah menunjukkan kenaikan signifikan. Minyak mentah WTI naik 6,95 persen menjadi USD106,88 per barel, sementara Brent naik 6,08 persen ke USD118,03 per barel.
Sementara itu, harga batu bara naik 1,83 persen menjadi USD133,65 per ton, minyak sawit mentah (CPO) turun 0,94 persen menjadi 4.578 ringgit Malaysia per ton, dan harga emas melemah 1,06 persen ke USD4.548 per ons.
Kondisi ini menunjukkan tekanan eksternal yang masih kuat terhadap pasar keuangan global, yang turut memengaruhi pergerakan IHSG.
