Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menembus level 8.602 pada perdagangan Rabu (26/11/2025) merupakan cerminan kuatnya fundamental ekonomi Indonesia.
“Kalau enggak ada optimisme di perekonomian, itu enggak akan naik ke 8.600,” kata Purbaya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (27/11/2025).
Menurutnya, pelaku pasar modal selalu bersikap forward looking, yakni mengambil keputusan berdasarkan ekspektasi masa depan. Karena itu, percaya diri investor mencerminkan keyakinan mereka terhadap prospek ekonomi dan program pembangunan yang dinilai semakin jelas.
Optimisme Ekonomi Dorong Minat Investasi
Purbaya menjelaskan bahwa meski pertumbuhan ekonomi saat ini belum sepenuhnya secepat yang diharapkan, investor melihat potensi percepatan di masa mendatang.
“Ketika investor merasa ekonomi membaik dan program pembangunan ke depan lebih jelas, mereka akan berekspektasi pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat betulan bisa terjadi,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa ekspektasi tersebut menjadi dasar kuat bagi investor dalam menempatkan dananya di pasar saham. Sementara itu, meski ada beberapa saham “gorengan”, Purbaya menilai secara umum kenaikan indeks ditopang oleh saham-saham berfundamental baik.
IHSG Menguat 80,24 Poin, LQ45 Juga Meroket
Pada penutupan perdagangan Rabu sore, IHSG menguat 80,24 poin atau 0,94 persen ke posisi 8.602,13. Indeks LQ45 turut naik 0,89 persen ke level 864,77.
Sejak pembukaan, IHSG konsisten berada di zona hijau baik pada sesi pertama maupun sesi kedua perdagangan.
Delapan Sektor Menguat
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor mencatatkan penguatan, dipimpin oleh:
- Sektor energi naik 2,11 persen
- Sektor keuangan naik 1,79 persen
- Sektor barang baku naik 1,38 persen
Sementara tiga sektor yang melemah adalah:
- Transportasi & logistik: turun 0,41 persen
- Kesehatan: turun 0,28 persen
- Industri: turun 0,02 persen
Saham Penggerak IHSG
Beberapa saham yang mengalami penguatan terbesar antara lain:
- JAWA
- DNAR
- UNTD
- CASA
- MINA
Sedangkan saham yang melemah paling signifikan di antaranya:
- SMDM
- DEPO
- KUAS
- WEHA
- SWID
Volume Perdagangan Tembus Rp26,73 Triliun
Frekuensi transaksi mencapai 2.701.161 kali, dengan total 53,99 miliar lembar saham diperdagangkan, bernilai Rp26,73 triliun. Adapun rincian pergerakan saham:
- 293 saham naik
- 365 saham melemah
- 149 saham stagnan
Tingginya aktivitas perdagangan ini mencerminkan antusiasme investor yang terus meningkat, seiring membaiknya sentimen pasar terhadap fondasi ekonomi nasional.
Dikutip dari metrotvnews.com
