Kepolisian Resor (Polres) Pasaman Barat, Sumatera Barat, menempatkan sejumlah personel untuk mengamankan kawasan jalan provinsi yang putus akibat longsor di Rimbo Kejahatan, Nagari Kajai, Kecamatan Talamau. Jalan tersebut putus total setelah longsor melanda wilayah itu pada Rabu, 26 November 2025.
“Mendapat kabar jalan putus, kita langsung menuju lokasi untuk mengatur lalu lintas dan memberikan imbauan kepada pengendara agar sementara waktu tidak melewati jalur tersebut,” ujar Kabag Ops Polres Pasaman Barat Kompol Muzhendra, dikutip dari Antara.
Sebanyak 30 personel dikerahkan dan ditempatkan dekat simpang sekolah MAN Kajai, yang berada tidak jauh dari titik longsor. Petugas bertugas memberi imbauan agar pengendara tidak memaksakan diri melintasi jalan yang sudah tidak dapat dilewati.
Untuk memperkuat pengamanan, polisi juga telah memesan dan menyiapkan plang peringatan yang akan dipasang di Pasar Padang Tujuh, Kecamatan Pasaman. Tujuannya agar pengendara sudah mengetahui situasi sejak jauh sebelum sampai lokasi.
“Jika ada plang peringatan, pengendara tidak akan terdorong menempuh jalan sampai ke lokasi longsor,” kata Muzhendra.
Selain itu, koordinasi dilakukan dengan Polsek Panti agar memasang rambu peringatan tambahan di daerah Panti. Dengan begitu, kendaraan dari arah lain tidak telanjur menuju kawasan Talu dan terjebak akibat jalan putus.
Jalan Simpang Empat–Talu merupakan jalur provinsi yang menghubungkan Kabupaten Pasaman Barat dan Kabupaten Pasaman. Jalur tersebut juga sering dilintasi kendaraan dari Medan menuju Simpang Empat dan sebaliknya. Kawasan Rimbo Kejahatan sendiri merupakan wilayah yang sebelumnya juga terdampak gempa, sehingga kondisi jalan dan perbukitan di sekitarnya sudah mengalami banyak longsor dan terban.
Dikutip dari metrotvnews.com
