Tim Pembina Samsat Kota Semarang melakukan kunjungan strategis ke Museum Jawa Tengah Ranggawarsita dalam rangka menggali potensi perluasan layanan dan meningkatkan kepatuhan pajak kendaraan, Senin (15/6). Langkah ini ditujukan untuk menyasar objek pajak, baik yang berada di lingkungan instansi pemerintah maupun warga masyarakat yang berkunjung.
Kedatangan perwakilan Samsat tersebut disambut langsung oleh Kasubbag Tata Usaha Museum Jawa Tengah Ranggawarsita (UPT Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif), Wulan. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak menjajaki peluang kolaborasi untuk menghadirkan layanan Samsat Keliling pada setiap penyelenggaraan agenda besar atau event potensial di lingkungan museum. Langkah jemput bola ini diharapkan dapat memberikan kemudahan akses bagi masyarakat yang ingin menunaikan kewajiban pajak kendaraan mereka.
Melalui sinergi ini, Tim Pembina Samsat berharap kedisiplinan dan kesadaran masyarakat dalam melakukan registrasi ulang kendaraan bermotor dapat terus meningkat, sehingga berdampak positif pada optimalisasi pendapatan daerah.
Dalam kesempatan terpisah, Kepala Cabang Jasa Raharja Semarang, Manggala Aji Mukti, menegaskan bahwa perluasan kerja sama dengan berbagai instansi memiliki peran yang sangat krusial. Sinergi ini menjadi sarana penting untuk mengedukasi masyarakat mengenai esensi Pajak Kendaraan Bermotor yang di dalamnya sudah mencakup komponen Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ).
beliau menyampaikan bahwa dana SWDKLLJ yang dihimpun dari setiap pemilik kendaraan merupakan sumber dana resmi negara yang dialokasikan kembali untuk menjamin kemanusiaan. Seluruh dana tersebut disalurkan dalam bentuk perlindungan dasar, berupa jaminan biaya perawatan rumah sakit serta santunan bagi korban kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu, melalui kemitraan yang semakin luas, Jasa Raharja berkomitmen untuk terus memastikan bahwa setiap warga negara mendapatkan kepastian jaminan perlindungan di jalan raya.
