Dolar AS Tertekan Lawan Enam Mata Uang Utama Global

Dolar AS Tertekan Lawan Enam Mata Uang Utama Global

Dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB) seiring meningkatnya selera risiko investor global setelah muncul sinyal lanjutan perundingan damai antara AS dan Iran. Kondisi ini mendorong pelaku pasar untuk beralih dari aset safe haven ke instrumen berisiko.

Meski demikian, mata uang Negeri Paman Sam masih berada di jalur untuk mengakhiri tren penurunan selama dua minggu terakhir. Hal ini didukung oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, khususnya di sekitar Selat Hormuz, yang tetap memicu permintaan terhadap dolar AS sebagai aset lindung nilai.

Indeks dolar, yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap enam mata uang utama dunia, tercatat turun 0,25 persen ke level 98,529. Pelemahan ini mencerminkan tekanan jangka pendek akibat sentimen positif dari potensi diplomasi antara AS dan Iran.

Di pasar valuta asing, euro menguat menjadi 1,1713 dolar AS dari sebelumnya 1,1685 dolar AS. Poundsterling Inggris juga naik ke level 1,3521 dolar AS dari 1,3468 dolar AS. Sementara itu, dolar AS melemah terhadap yen Jepang menjadi 159,44 dari 159,74 yen, serta turun terhadap franc Swiss menjadi 0,7855 dari 0,7862.

Dolar AS juga terdepresiasi terhadap dolar Kanada ke posisi 1,3673 dari 1,3701, serta melemah terhadap krona Swedia menjadi 9,2304 dari sebelumnya 9,2576.

Perkembangan lain yang turut menjadi perhatian pasar adalah dinamika internal kebijakan moneter AS, termasuk ketegangan antara Presiden Donald Trump dan Ketua Federal Reserve Jerome Powell. Penghentian penyelidikan terkait renovasi gedung bank sentral disebut membuka peluang bagi Kevin Warsh sebagai kandidat potensial untuk memimpin bank sentral AS ke depan.

Sementara itu, optimisme pasar meningkat setelah adanya sinyal bahwa AS dan Iran akan kembali ke meja perundingan. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melakukan kunjungan ke sejumlah negara, termasuk Pakistan, Oman, dan Rusia, sebagai bagian dari upaya diplomasi regional.

Dari pihak AS, Gedung Putih mengonfirmasi bahwa utusan khusus Timur Tengah Steve Witkoff bersama Jared Kushner akan melakukan perjalanan ke Pakistan untuk melanjutkan pembicaraan dengan pihak Iran.

Langkah diplomasi ini dilakukan setelah pengumuman perpanjangan gencatan senjata di kawasan Timur Tengah, yang turut memberikan sentimen positif terhadap pasar keuangan global.

Ke depan, pergerakan dolar AS diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh dinamika geopolitik serta perkembangan kebijakan moneter, terutama terkait arah kepemimpinan bank sentral dan stabilitas ekonomi global.